Rangkiang

Sebuah rumah gadang tidak lengkap apabila didepannya tidak ada rangkiang. Sebuah rumah gadang dengan rangkiang didepannya menambah keanggunan rumah gadang tersebut. Jadi dari segi artistik menambah keindahan dan semaraknya rumah gadang bila rangkiang ada didepannya. Namun lebih dari itu rangkiang mempunyai arti yang lebih dalam lagi, bila dikaitkan dengan falsafah hidup dan kehidupan orang Minangkabau.

Dari segi ekonomi menunjukkan bahwa penghuni rumah gadang berada dalam kecukupan dari segi material. Rangkiang adalah bangunan untuk menyimpan padi. Tempat menyimpan padi yang lain yaitu lumbuang dan kapuak namun tidak terletak didepan rumah gadang. Bangunan rangkiang sesuai dengan gaya bangunan rumah gadang yaitu beratap ijuk dan diberi bergonjong, malahan ada pula yang diberi ukiran. Tiang penyangganya sama tinggi dengan tiang rumah gadang, bentuknya ramping, besar keatas, dan lebih kecil kebawah. Untuk memasukkan padi atau mengambilnya dipergunakan tangga, sebab pintu rangkiang ini terletak pada bagian atas. Tangga yang dipergunakan bisa dipindah-pindahkan dengan demikian tangga tidak menyatu dengan bangunan rangkiang. Bila sudah dipergunkan tangga tadi lalu disimpan didalam kandang rumah gadang.

Di Minangkabau nama rangkiang bermacam-macam sesuai dengan kegunaan dari padi yang disimpan dalam rangkaian tsb. Dari literatur yang dikumpulkan memberi keterangan sbb:

H. Djafri Dt. Lubuk Sati Dsn, mengemukakan ada sembilan macam rangkiang.

1.Sitinjau Lauik atau kapuak adat jo pusako. Kegunaannya untuk hal-hal yang berkaitan dengan acara adat, spt mendirikan penghulu, kematian dll.

2.Mandah Pahlawan atau kapuak tuhuak parang. Kegunaannya untuk makanan bagi orang-orang yang mempertahankan kampung halaman dari musuh yang datang

3.Harimau Paunyi Koto atau kapuak pembangunan nagari. Untuk membangun nagari dana dapat diambil dari rangkiang ini.

4.Sibayau-bayau disebut juga kapuak salang tenggang. Kegunaannya untuk membantu orang-orang yang sedang dalam kesempitan.

5.Sitangka lapa atau kapuak gantuang tungku. Isi rangkiang ini dipergunakan bila terjadi paceklik.

6.Galuang bulek basandiang atau kapuak abuan penghulu. Kegunaannya untuk penghulu yang ada dalam kaum tsb. Untuk menjalankan tugasnya sehari-hari ada jaminan ekonominya.

7.Garuik Simajo Labieh atau kapuak abuan sumando. Orang sumando juga mempunyai abuan untuk kepentingan anak isterinya.

8.Gadang Bapantang Luak kegunaannya untuk makanan harian anggota keluarga rumah gadang.

9.Kaciak Simajo Kayo atau kapuak abuan rang mudo. Kegunaannya untuk anak muda yang ada dalam rumah gadang seperti untuk keperluan kimpoi maka dia membutuhkan sesuatu dan biayanya diambil dari rangkiang ini.

A.A. Navis dalam bukunya “Alam Terkembang Jadi Guru”. Ada empat jenis rangkiang yaitu :

1.Sitinjau Lauik, yaitu tempat penyimpan padi yang akan digunakan untuk membeli barang atau keperluan rumah tangga yang tidak dapat dibikin sendiri. Tipenya lebih langsing dari yang lain, berdiri diatas empat tiang. Letaknya ditengah diantara rangkiang yang lain.

2.Si bayau-bayau, yaitu tempat menyimpan padi yang akan digunakan untuk makan sehari-hari. Tipenya gemuk dan berdiri diatas empat tiangnya. Letaknya disebelah kanan.

3.Si tangguang lapa, tempat menyimpan padi cadangan yang akan digunakan pada musim paceklik. Tipenya persegi dan berdiri diatas empat tiangnya.

4.Rangkiang kaciak, yaitu tempat menyimpan padi abuan yang akan digunakan untuk benih dan biaya mengerjakan sawah pada musim berikutnya. Atapnya tidak bergonjong dan bangunannya lebih kecil dan rendah. Adakalanya berukuran bundar.

Dari literatur yang telah dikemukakan diatas terdapat adanya variasi dalam mengungkapkan istilah dan pengertian rangkiang. Namun demikian adanya kesamaan dan fundamental dalam arti dan fungsi rangkiang bagi orang Minangkabau. kesamaan itu adalah sbb:
Rangkiang mencerminkan kesejahteraan ekonomi orang Minangkabau pada masa dahulu. Tanpa ekonomi yang sejahtera dan berkecukupan tidak mungkin adanya istilah-istilah mengenai fungsi dari rangkiang tsb.

Rangkiang juga memperlihatkan keadailan sosial yang dimiliki oleh orang Minangkabau. Mereka tidak mementingkan diri sendiri tetapi juga memikirkan orang lain yang perlu dibantu. Hati tungau samo dicacah, hati gajah samo dilapah; indak samo dicari, ado samo dimakan. Hal ini terlihat dengan adanya fungsi rangkiang sebagai tempat selang tenggang bagi orang yang dalam kesulitan ekonomi.

Rangkiang juga memberikan gambaran, bahwa orang Minangkabau ada memikirkan masa depan ekonominya. Hal ini adanya rangkiang yang isinya untuk abuan, untuk benih dan untuk menghadapi musim paceklik.
Walaupun ada berbagai nama rangkiang dengan berbagai fungsinya, namun biasanya terdapat tiga rangkiang didepan rumah gadang yaitu si Bayau-Bayau, si Tinjau Lauik dan si tangka Lapa.

Sumber : www.minangnet.com

~ oleh n3r5mukhli5 pada Agustus 9, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: