Primadona Pendaki Gunung Sumatera Barat

1. Gunung Singgalang

Jika ada yang ingin merasakan lembabnya hutan lumut dan dinginnya hutan tropis yang lebat, gunung Singgalang lah tempatnya. Gunung dengan ketinggian sekitar 2877 mdpl, yang terletak di Kabupaten Agam Sumatera Barat adalah sebuah pesona yang tak boleh di sia-siakan.

Rute Perjalanan
Gunung Singgalang dapat ditempuh dari beberapa jalur. Namun, jalur yang terkenal adalah melewati desa Koto Baru dan Pandai Sikek. Dari desa Koto Baru kita akan menempuh rute ke Desa Pandai Sikek. Dari desa inilah titik tolak menuju Tower (Pemancar RCTI dan TVRI yang terletak di pinggang gunung Singgalang). Menuju Tower pemancar ini kita akan melewati jalan beraspal yang menanjak, makin dekat ke tower jalan nya semakin tidak baik dan penuh oleh kerikil-kerikil dan di samping kiri dan kanan nya terdapat ladang pertanian penduduk. Desa Pandai Sikat juga terkenal dengan ladang tebu dan tempat pembuatan saka (gula merah).

Setelah sampai di Tower pemancar kita bisa menjadikan daerah ini sebagai tempat peristirahatan (shelter) sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak. Dari tower, kita akan melewati hutan pimpiang sekitar 1 jam. Hutan ini terdiri dari tumbuhan pimpiang yang tinggi dan merunduk, sehingga mengharuskan pendaki untuk berjalan merunduk, dan bahkan sampai duduk dan merangkak. Akan tetapi saat sekarang, melewati hutan ini semakin mudah, karena bagian atas tumbuhan sudah dipotong jadi kita tidak perlu merunduk lagi melewatinya.

Setelah melewati pimpiang kita akan menemukan tempat yang dinamakan “Mata Air I”, di tempat ini menurun ke bawah kita akan menemukan sungai yang di ambil airnya untuk perbekalan.

Dari mata air I kita akan menempuh rute yang menanjak sampai di cadas, dengan kemiringan rata-rata sekitar 45 derajat. Makin ke puncak kita akan menemukan banyak pohon pakis yang cantik dan melewati trek yang agak lembab dan hutan yang masih lebat. Di kiri atau kanan trek kita menemukan tiang listrik dan kabel-kabel yang bisa dijadikan panduan untuk sampai ke puncak. Namun bagi beberapa orang, hal ini sangat mengganggu. Indahnya hutan di rusak dengan pemandangan tiang-tiang listrik di kiri kanan, belum lagi akan keisengan menghitung kira-kira berapa tiang lagi sebelum sampai ke puncak, ehehehe…..

Perjalanan menempuh rute sebelum cadas memakan waktu normal sekitar 5 jam tergantung cepat atau lambatnya pergerakan perjalanan kita. Dari cadas menuju puncak memakan waktu sekitar 1 jam. Cadas terdiri dari bebatuan padat berwarna kuning, yang ditumbuhi pepohonan berjenggot dan Rhododendron gunung, dan sesekali kita akan menjumpai bunga edelweis walaupun sangat jarang sekali ditemui dan memerlukan mata yang jeli untuk menemukannya. Di perjalanan nantinya kita juga akan menjumpai sebuah tugu yang dinamakan tugu Galapagos. Tugu ini di buat sebagai monumen akan hilangnya salah satu Siswa Pencinta Alam (Sispala) Galapagos SMA 1 Padang sekitar tahun 90-an. “Terbanglah kau wahai sang elang, ……” begitu bunyi awal kalimatnya.

Dari cadas ini kita bisa melihat pemandangan lepas ke arah gunung Marapi yang terletak tepat di depan. Jika beruntung, kita bisa melihat kota Padang Panjang, Bukittinggi, dan danau Singkarak dari cadas. Namun, pada siang hari, gunung Singgalang sering diselimuti kabut. Jika ingin mendapatkan pemandangan eksotis lebih baik mendirikan tenda di cadas dan menyaksikan sunrise dan pemandangan eksotis lain di pagi hari.

Setelah lewat dari cadas, kita akan memasuki kembali kawasan hutan yang lebih lembab dan pohon-pohon yang di selimuti lumut tebal. Tidak lama setelah itu kita sampai di Telaga Dewi. Telaga Dewi sering diselimuti kabut. Jika anda menggemari dunia fotografi, ketika telaga sedang cerah, lebih cepat lebih baik untuk mendapatkan fotonya, karena kabut sangat bersahabat untuk bermain-main disana.

Mengelilingi telaga Dewi ini tidak memakan waktu yang cukup lama, namun pesona yang benar-benar alami dan eksotis akan membuat kita betah untuk berlama-lama di dalam hutannya yang lembab dan basah. Di sekitar telaga ini kita menemui hutan lumut yang sangat lebat dan ada beberapa tumbuhan kantong semar.

Area camp yang terdapat di sekitar telaga dan air telaga yang bisa dipakai untuk kebutuhan membuat nyaman untuk beberapa hari di Singgalang. Suasana sejuk dan sepi merupakan sensasi tersendiri bagi orang-orang yang ingin melepas penat di alam bebas.

Banyak yang sampai di Singgalang hanya sampai di telaga Dewi saja. Namun masih ada lagi puncak Singgalang mencapai sekitar setengah sampai 1 jam lagi menunju puncak. Di puncak nya ini kita akan menemukan tower pemancar yang merupakan muara dari tiang-tiang listrik yang ditemui di sepanjang jalan.

2. Gunung Merapi

Gunung Merapi dengan ketinggian 2.891 m dari permukaan laut. Gunung ini terletak berdampingan dengan gunung Singgalang, yang hanya dipisahkan oleh sebuah jalan raya yang menghubungkan kota Bukit Tinggi dengan kota Padang Panjang.

Seperti halnya gunung Sibayak di Sumatera Utara dan gunung Gede di Jawa Barat, gunung Marapi juga selalu ramai didaki oleh para pendaki Sumatera Barat di setiap malam minggu.

Titik awal pendakian ini adalah dari desa Koto Baru yang terletak dipinggir jalan antara Bukit Tinggi dan Padang Panjang. Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api yang aktif untuk kawasan Sumatera. Bagi penduduk Sumatera Barat gunung Marapi ini mempunyai nilai cultural historis tersendiri. Mirip dengan daerah titik awal pendakian gunung Singgalang, daerah kaki gunung Marapi ini sudah banyak yang dibuka oleh penduduk setempat sehingga tidak banyak kesulitan. Serta penduduknya juga sama ramahnya. Dipuncak gunung ini terdapat beberapa buah kawah kecil dan besar, kawah besar merupakan gabungan dua buah kawah yang tadinya terpisah menjadi satu karena letusan yang hebat beberapa tahun yang lalu. Puncak gunung ini dikenal dengan nama puncak Merpati, dari puncak ini kita bebas memandang kesegala arah salah satunya yaitu pemandangan dataran Agam yang hijau kecoklatan. puncak ini sangat sempit dan disisi dalam merupakan kawah sedangkan sisi luar jurang yang curam.

Rute Pendakian

Pendakian dimulai dari desa Koto Baru, dari desa terakhir ini pendakian terlebih dahulu akan melewati daerah yang terbuka, dengan udara yang sejuk dan selanjutnya kita akan melewati sebuah stasiun relay TV dan terus mendaki dan sampai di daerah yang dinamakan Persenggrahan. Tempat ini adalah warung-warung yang selalu ramai orang berjualan dimalam minggu saat banyak pendaki yang mendaki. Kemiringan gunung ini tidak terjal sehingga dirasa lebih terasa menyenangkan dibandingkan dengan tanjakan jalan setapaknya gunung Singgalang. Jalan setapak yang jelas dan mudah diikuti, hutannya tidak begitu rapat.

Setelah melewati daerah hutan kita kembali menuju daerah yang agak terbuka dengan tumbuhan yang biasa terdapat didaerah ketinggian. Tumbuhan jenis rendah, termasuk vegetasi sub alpine. Dari daerah kita akan sampai didaerah yang terdiri dari pasir dan kerikil. Ini merupakan daerah terbuka dan mirip dengan kondisi di gunung Slamet Jawah Tengah.

Memasuki daerah puncak kita akan menjumpai daerah dataran lebar yang kehitam-hitaman yang dipenuhi oleh lubang-lubang seperti kepundan yang telah mati. dari sini perjalanan terus lurus dan mendaki ke arah puncak gunung Merapi yaitu puncak yang dikenal dengan nama puncak Merpati.

Perijinan

Perijinan untuk mendaki gunung ini tidak begitu sulit, gunung ini belum dikelola oleh taman nasional. Dari pengalaman terakhir highcamp web master mendaki gunung ini, pada waktu itu hanya perlu melapor ke kantor Polsek koto baru dengan menyerahkan photocopy KTP dan surat keterangan jalan (jika ada).

Tempat Menarik

Dikaki gunung ini terdapat didesa Koto Baru terdapat sebuah telaga kecil yang kelihatan jelas dari jalan raya Bukit Tinggi – Padang Panjang. Sedangkan di gunung Marapinya sendiri kita bisa menyaksikan beberapa buah kawah dipuncaknya. Jika anda punya waktu yang cukup luang sebaiknya anda mengunjungi desa Pandai Sikat yang letaknya tidak begitu jauh dari desa Koto Baru. Desa Pandai Sikat ini terkenal akan tenun ikat dan Ukiran kayunya

3. Gunung Talang

Gunung Talang mempunyai ketinggian : 2597 mdpl. Letak  : Ada empat kecamatan yang warganya bermukim di kaki gunung itu, yakni Kecamatan Lembah Gumanti, Danau Kembar, Gunung Talang, dan Lembang Jaya. Kabupaten Solok

Karakteristik gunung talang adalah gunung api aktif, ditutupi hutan hujan tropis, pada ketinggian diatas 2500 mdpl merupakan cadas, trek pendakian tidak begitu terjal.

Jalur Pendakian gunung talang adalah Bukit Sileh,  dengan Titik start : desa Bukit Sileh (1225 mdpl), perizinan yang harus dilakukan sebelum pendakian di Pos polisi terdekat atau pada kepala desa terakhir.

Potensi : Kawah aktif 4 buah, bunga Edelweis, Panorama gunung Merapi, Singgalang, Talamau, Pasaman, Tandikat, Kerinci, Danau Singkarak, Danau Talang, Danau Diatas dan Danau Dibawah.


Titik Koordinat :

  • telaga talang; 8690,9153
  • puncak talang; 8712,9175
  • cadas talang; 8742,9207
  • vegetasi talang; 8765,9218
  • shelter pos 3; 8818,9239
  • pintu rimba; 8861,9306
  • air panas; 8923,9344

4. Gunung Talamau

Gunung yang terletak di propinsi Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten  Pasaman Barat ini, merupakan satu dari beberapa gunung yang mempunyai  panorama alam yang menarik di daerah Minang Kabau.

Dengan ketinggian  2982m dpl menjadikannya sebagai puncak tertinggi daerah Sumatera  Barat. Gunung ini bisa didaki dari desa Pinaga. Gunung Talamau mempunyai keunikan tersendiri yaitu pada puncaknya terdapat banyak  telaga, dan umumnya jumlah telaga tersebut selalu berbeda-beda dan  tidak selalu sama setiap dijumpai para pendaki. Jumlah yang umum  terlihat adalah 13 telaga.

Gunung Talamau berdekatan sekali dengan Gunung Pasaman hanya dipisahkan oleh sebuah sungai. Dari daerah  puncak Gunung Talamau kita bisa melihat dengan jelas puncak Gunung  Pasaman, atau yang dikenal juga dengan sebutan sebagai “Puncak Rajo  Imbang Langik” yaitu nama yang diambil dari nama seorang raja yang  pernah bertahta di daerah Pasaman ini pada dulunya.

Untuk mencapai  puncak Gunung Talamau kita akan melewati 6 pos. Dari puncak gunung  Talamau kita bisa menyadel atau turun dan naik ke Gunung Pasaman.  Penduduk disekitar gunung Talakmau ini hidup dengan mata pencaharian  bertani dan mayoritas beragama Islam. Gunung ini lebih terawat  dibadingkan dengan gunung Marapi dan Singgalang. Jauh lebih bersih,  ini tidak lepas dari dedikasi penduduk setempat yang selalu menjaga  keasrian dan kebersihan Gunung Talamau dari pendaki-pendaki yang  tidak bertanggung jawab.

Untuk Akomodasi yang ada dan tidak jauh dari  gunung ini adalah Hotel Hamco dan Wisma Yanti di Padang Tujuh yang  berjarak sekitar 3 km dari desa Pinaga. Selain itu juga terdapat  lokasi Camping Ground di Bukit Harimau Campo yang tidak jauh dari  lokasi air terjun Puti Lenggo Geni. Selain keindahan alamnya gunung  ini juga banyak menyimpan cerita-cerita menarik yang berasal dari legenda yang dipercaya oleh penduduk setempat. Seperti contoh saat  kita memasuki Padang Siranjano, diwajibkan untuk  membaca “Assalamualaikum” karena dipercaya didaerah tersebut dihuni  oleh seorang Kyai. Dan juga nama-nama puncak dan telaga di gunung ini  juga diambil berdasarkan beberapa cerita legenda yang diyakini oleh  penduduk disekitar gunung Talamau ini.

AKSES TRANSPORTASI

Dari kota Padang desa Pinaga yang merupakan desa titik awal pendakian  bisa dicapai dengan menggunakan Bus “PERSADA”. Ongkosnya adalah  Rp.10.000,- Jika dari kota Bukit Tinggi, kita harus naik bus trayek  Simpang Ampek dengan ongkos Rp.9.000,- kemudian dilanjutkan dengan  menumpang “KERI” (sejenis angkot) dengan ongkos Rp.3.000,- dan jarak  tempuhnya kurang lebih 10km.

Jalur resmi menuju puncak Gunung Talamau  adalah dari desa Pinaga akan tetapi juga ada pilihan jalur pendakian  lainnya yaitu dari Desa Durian Kandang Aia Maruek. Jalur ini akan  menuju puncak Gunung Pasaman terlebih dahulu kemudian baru menyadel ke  puncak Gunung Talamau. Jika kita mendaki dari desa Pinaga dan turun  di desa Durian Kandang, akan memakan waktu kurang lebih 5 hari.

RUTE PENDAKIAN

POSKO 1 DESA PINAGA 320 mdpl

Desa Pinaga yang berada pada ketinggian 320m dpl. Posko 1 berada  tidak jauh dari jalan raya Simpang Empat – Panti. Dari Posko 1 menuju  Posko 2 atau yang berada di Bukit Harimau Campo, akan melewati 4patok  kilometer yaitu Km14, Km13, Km12, Km11. Keadaan jalan dari Posko 1 ke Posko 2 merupakan jalur jalan gerobak. Selain itu kita juga akan  melewati persawahan dan perladangan penduduk.

POSKO 2 PONDOK BUKIK HARIMAU CAMPO 710m dpl

Perjalan dari Posko 1 hingga sampai ditempat ini sekitar 2,5 jam.  Posko 2 ini berada pada ketinggian 710m dpl. Ditempat ini terdapat  sebuah pondok yang dihuni oleh seorang pendaki asal Sumatera Barat  yang merupakan seorang volunter yang merawat dan memelihara gunung  Talamau ini. Tidak jauh dari lokasi ini kita bisa menemukan sebuah  air terjun yang cukup besar bernama air terjun Puti Lenggo Geni.

POSKO 3 PONDOK RINDU ALAM 1100m dpl

Posko ini dikenal juga dengan nama Sari Bunyibunyian karena pada  tempat ini kita mendengar aneka bunyi seranga dan burung-burung.  Posko dengan ketinggian 1100m dpl ini berjarak waktu tempuh dari pos  sebelumnya sekitar 2,5 jam. Di pos ini kita tidak menemukan adanya  pondok kecuali sebuah tanah datar dan juga di pos ini terdapat sumber  mata air berupa sungai kecil, sehingga kita bisa mengisi perbekalan  air.

POSKO 4 BUMI SARASAH 1860 mdpl

Setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 3 jam maka kita akan  sampai di pos Bumi Sarasah. Disini terdapat sebuah pondok tanpa  dinding. Dilokasi pos ini juga kita bisa menemukan sumber mata air  berupa sungai kecil yang mengalir jernih. Posko ini berada pada  ketinggian 1860 mdpl.

POSKO 5 PANINJAUAN 2500 mdpl

Pos ini berjarak tempuh sekitar 2 jam 25 menit dari pos sebelumnya  serta juga mempunyai sumber mata air . Jalan setapak dari posko Bumi  Sarasah hingga posko Paninjauan ini sedikit lebih curam dibandingkan  keadaan jalan setapak sebelumnya. Di pos ini kita bisa menemukan  sebuah pondok beratap seng tanpa dinding. Tidak lama kemudian kita  akan memasuki daerah

BASECAMP RAJAWALI PUTIH 2880 mdpl

Dari posko 5 menuju basecamp Rajawali Putih berjarak tempuh sekitar  75 menit. dan setelah melewati tanjakan yang cukup curam maka kita  akan sampai disebuah dataran padang rumput yang bernama “Padang  Siranjano” tidak lama setelah kita menempuh dataran luas ini maka  kita akan menemukan telaga-telaga yang berjumlah 13 buah. selain itu  juga puncak utama gunung Talamau ini juga sudah terlihat. Lokasi  dekat telaga-telaga ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat  mendirikan tenda.

Puncak Tiang trianggulasi yang hancur Puncak Tri Martha 2982m dpl Gunung Talamau ini mempunyai 3 buah puncak yaitu puncak utama bernama  Trimarta, puncak Kedua Puncak Rajawali dan Puncak Ketiga  bernama Puncak Rajo Dewa . Selain itu dari puncak akan terlihat jelas  lokasi telaga-telaga yang ada di gunung ini, juga jika edarkan  pandangan akan terlihat sayup sayup dikejauhan berdiri gunung  Talang , gunung Marapi, gunung Singgalang dan Gunung Tandikek.

PERIJINAN
Para pendaki diwajibkan untuk membawa bebrapa dokumen sebagai berikut:

  • KTP (siapkan juga photocopynya)
  • Surat ijin dari orang tua (Bagi remaja)
  • Surat dari organisasi (jika berasal dari sebuah organisasi)

Semua surat-surat tersebut diperlihatkan pada petugas posko saat akan  mendaki, selain itu Logistik dan perlengkapan akan di cek saat naik  dan turun gunung. Setiap pendaki diwajibkan membayar retribusi yang sudah termasuk asuransi dan biaya administrasi sebesar Rp.5.000,-

LARANGAN
Berikut adalah larangan-larangan yang berlaku di gunung ini:

  • Tidak dibenarkan merusak flora dan fauna
  • Tidak dibenarkan membawa Tape recorder, radio, gitar dan alat-alat musik lainnya
  • Tidak dibenarkan membawa sabun atau bahan-bahan yang bisa mencemari sumber air
  • Tidak dibenarkan membawa dan meminum minuman keras jenis apapun
  • Didalam perjalanan maupun didalam suaka gunung tidak diijinkan berpencar-pencar
  • Tidak diijinkan pendaki putra dan putri tidur dalam satu tenda apapun bentuk kegiatannya
  • Tidak boleh berteriak-teriak atau bernyanyi-nyanyi keras
  • Tidak boleh menyalakan api didarah yang rawan kebakaran
  • Tidak boleh memasuki kawasan telaga seperti mandi, mencuci, dan lain sebagainya. Kecuali mengambil air untuk minum dan memasak
  • Dilarang keras melakukan tindakan mencoret bebatuan, pepohonan dan tindakan vandalisme lainnya
  • Dilarang keras membuang kotoran disembarang tempat
  • Setiap pendaki harus menghormati adat istiadat setempat.
  • Para pendaki diwajibkan membawa turun kembali sampah yang dihasilkan oleh mereka
  • Pendaki harus mematuhi lama ijin pendakiannya
  • Melaporkan kejadian atau kerusakan lainnya pada petugas lapangan atau posko.

LOKASI MENARIK

Ada banyak sekali tempat-tempat menarik yang bisa kita kunjungi di
gunung ini, objek-objek alam itu tersebar di gunung Talamau ini,
diantaranya:

* Air terjun Puti Lenggo Geni yang tingginya mencapai 109 meter

* Padang Sirinjano, sebuah padang rumput yang berada di ketinggian 2640m dpl seluas 40 hektar yang dihuni oleh Rusa, Kijang, Kambing hutan dan Tapir.

* Terdapat beberapa buah telaga yang dalam bahasa setempat disebut dengan Talago, jumlah normalnya adalah 13 buah telaga dan kebanyakan pendaki terkadang menemukannya dalam jumlah yang berbeda- beda, mungkin ini disebabkan oleh banyak sedikitnya kandungan air di  gunung ini. Ke 13 telaga itu yaitu:

  • Talago Puti Sangka Bulan
  • Talago Tapian Sutan Bagindo
  • Talago Tapian Puti Mambang Surau
  • Talago Siuntuang Sudah
  • Talago Puti Bungsu
  • Talago Rajo Dewa
  • Talago Satwa
  • Talago Lumuik
  • Talago Biru
  • Talago Mandeh Rubiah
  • Talago Imbang Langik
  • Talago Cindua Mato
  • Talago Buluah Parindu

*      Ada kawag belerang
*      Ada lima puncak yang tersebar dikawasan puncak gunung ini
*      Ada empat goa yang berada didaerah puncak gunung Talamau
*      Sedangkan dikaki gunung ada objek wisata historis berupa Batu Balipek kain yang berada dikaki Gunung Pasaman didesa Aia Maruek Kinali.

5. Gunung Tandikat

Gunung Tandikat atau disebut juga gunung tandikek atau tandikai yang membentang di dataran tinggi Minangkabau Sumatra Barat, kira – kira 7.5 km dari kota Padang Panjang, Gunung ini membentang lebar kearah selatan, dan di sebelah barat berbatasan dengan Danau Maninjau, salah satu danau yang terkenal di Sumatera Barat . Sementara di sebelah utara gunung ini berdampingan dengan Gunung Singgalang, dan sebelah timur merupakan gugusan volcanic Tersier yang sudah tua.

Tandikat juga merupakan bagian dari 3 puncak gunung di Minangkabau yang dikenal dengan Puncak-puncak Tri Arga (yaitu Singgalang, Marapi dan Tandikat).

Demografi

Gunung Tandikat tidak terlalu tinggi, mempunyai daerah pemukiman yang berada agak jauh di luar kawasan rawan bencana. Hanya ada beberapa kampung (desa) yang berada pada kawasan rawan bencana I, yaitu: desa-desa yang berada di bagian selatan, karena bukaan kawahnya cenderung ke bagian selatan, sehingga banyak sungai yang berhulu dari puncak. Sedangkan perkampungan lain umumnya terletak pada daerah punggungan yang berjarak lebih dari 6 km dari pusat erupsi dan relatif aman terhadap bahaya aliran, hanya kemungkinan terjangkau oleh jatuhan piroklastik yang diperkirakan dapat mencapai 8 km dari pusat erupsi.

Inventarisasi Sumberdaya Gunung Api

Hasil erupsi Gunung Tandikat pada masa lampau banyak menghasilkan batuan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan bangunan, sebagai bahan material dasar untuk pembangunan gedung, jalan raya dan lainya. Selain itu dengan dipeliharanya hutan lindung di gunung Tandikat, sumberdaya alam berupa tempat tersimpannya cadangan air tanah, untuk irigasi, air minum di kota-kota dan lainnya. Banyak sekali sungai kecil yang membelah lembah – lembah di tandikat, mata air pun akan mudah kita temukan karena memang hutannya memang relatif masih terjaga.

Wisata

Gunung Tandikat mempunyai pemandangan yang sangat indah sebagaimana layaknya sebuah gunung api, dan dapat dijadikan objek tujuan wisata yang sangat menyenangkan.

Hingga tahun 2006 gunung ini belum pernah meletus, keadaan puncaknya banyak ditumbuhi oleh pohon dan semak-semak membuat sedikit susah dan harus merintis jalan menuju puncak. Selain itu kita bisa menuruni kawah gunung, dan didasar kawah gunung ini terdapat beberapa lubang kecil kepundan yang mengeluarkan asap belerang serta berbunyi menderu. Pada dasar kawah ini cukup luas dan bisa mendirikan tenda. Selain itu juga terdapat telaga kecil tapi airnya berasa belerang.

Di sekitar Gunung Tandikat ini terdapat banyak air terjun baik yang musiman maupun permanen. Selain sungai yang sangat jernih karena memang nyaris tidak terdapat sama sekali endapan lumpur di dalamnya.

Di kawasan hutan lindung nya segala jenis hewan liar yang masih sangat mudah ditemui, rangkong, simpai dan siamang akan senantiasa menyertai perjalan mendaki gunung Tandikat dari daerah Anai Resort. Gunung Tandikat yang tinggi puncaknya mencapai 2438 m dpl. Merupakan pilihan yang cukup menarik buat orang-orang yang suka dengan wisata petualangan.

Akses pendakian lainnya

  • Rute Desa Singgalang Ganting

Dari Kota Padang naik bis antar kota tujuan Bukittinggi dan turun di kota Padang Panjang, kemudian berganti dengan angkutan pedesaan trayek desa Singgalang Ganting. Melewati pemandian alam terkenal di kota Padang Panjang yaitu Lubuk Mata Kucing. Biasanya para pendaki bermalam di rumah penduduk di desa ini yang juga merupakan kuncen/juru kunci gunung ini, dan memulai pendakian keesokan harinya.

  • Rute Desa Malalak

Desa ini terletak tidak jauh dari Kota Bukittinggi dan bisa dicapai dengan angkutan pedesaan. Rute yang paling mudah ditempuh adalah dari desa Singgalang Ganting. Disepanjang jalan setapak menuju puncak beberapa kali kita akan menjumpai sungai kecil.

~ oleh n3r5mukhli5 pada Agustus 3, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: