Relung itu kembali mengalir
Begitu deras menikung
Luka meretas rembesan kecewa
Teramat dalam membuncah hening pilu malam

Suara pilu malam
Membahana sayup ditelan hujan
Mengalir kedalam rekahan angkuhnya cadas hingga
Retakan menganga luruh dan amblas

Luruh malam berkeping diam
Hanyut larut dalam riak kelam
Merebak arus melebur halus
Mengalir sepi beranjak pergi
Membuang sauh dan menjauh,

~ oleh n3r5mukhli5 pada Agustus 3, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: