Hemodialisis dan CAPD

Pengertian Haemodialisis

 

Hemodialisa berasal dari kata hemo=darah,dan dialisa=pemisahan atau filtrasi. Pada prinsipnya hemodialisa menempatkan darah berdampingan dengan cairan dialisat atau pencuci yang dipisahkan oleh suatu membran atau selaput semi permeabel. Membran ini dapat dilalui oleh air dan zat tertentu atau zat sampah. Proses ini disebut dialysis yaitu proses berpindahnya air atau zat, bahan melalui membran semi permeabel.

Terapi hemodialisa adalah suatu teknologi tinggi sebagai terapi pengganti untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia seperti air, natrium, kalium, hidrogen, urea, kreatinin, asam urat, dan zat-zat lain melalui membran semi permeabel sebagai pemisah darah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana terjadi proses difusi, osmosis dan ultra filtrasi.

CAPD (Continuius Ambulatory Peritoneal Dialysis)
Metode pencucian darah dengan mengunakan peritoneum (selaput yang melapisi perut dan pembungkus organ perut). Selaput ini memiliki area permukaan yang luas dan kaya akan pembuluh darah. Zat-zat dari darah dapat dengan mudah tersaring melalui peritoneum ke dalam rongga perut. Cairan dimasukkan melalui sebuah selang kecil yang menembus dinding perut ke dalam rongga perut. Cairan harus dibiarkan selama waktu tertentu sehingga limbah metabolic dari aliran darah secara perlahan masuk ke dalam cairan tersebut, kemudian cairan dikeluarkan, dibuang, dan diganti dengan cairan yang baru.

Tujuan Hemodialisa
Sebagai terapi pengganti, kegiatan hemodialisa mempunyai tujuan :

  1. Membuang produk metabolisme protein seperti urea, kreatinin dan asam urat
  2. Membuang kelebihan air.
  3. Mempertahankan atau mengembalikan system buffer tubuh.
  4. Mempertahankan atau mengembalikan kadar elektrolit tubuh
  5. Memperbaiki status kesehatan penderita.

 

Proses Hemodialisa
Dalam kegiatan hemodialisa terjadi 3 proses utama seperti berikut :

  1. Proses Difusi yaitu berpindahnya bahan terlarut karena perbedaan kadar di dalam darah dan di dalam dialisat. Semakian tinggi perbedaan kadar dalam darah maka semakin banyak bahan yang dipindahkan ke dalam dialisat.
  2. Proses Ultrafiltrasi yaitu proses berpindahnya air dan bahan terlarut karena perbedaan tekanan hidrostatis dalam darah dan dialisat.
  3. Proses Osmosis yaitu proses berpindahnya air karena tenaga kimia, yaitu perbedaan osmolaritas darah dan dialisat ( Lumenta, 1996 ).

 

Alasan dilakukannya Hemodialisa
Hemodialisa dilakukan jika gagal ginjal menyebabkan :

  1. Kelainan fungsi otak ( ensefalopati uremik )
  2. Perikarditis ( peradangan kantong jantung )
  3. Asidosis ( peningkatan keasaman darah ) yang tidak memberikan respon
    terhadap pengobatan lainnya.
  4. Gagal jantung
  5. Hiperkalemia ( kadar kalium yang sangat tinggi dalam darah ).

Frekuensi Hemodialisa.
Frekuensi, tergantung kepada banyaknya fungsi ginjal yang tersisa, tetapi sebagian besar penderita menjalani dialisa sebanyak 3 kali/minggu. Program dialisa dikatakan berhasil jika :

  1.  Penderita kembali menjalani hidup normal.
  2. Penderita kembali menjalani diet yang normal.
  3. Jumlah sel darah merah dapat ditoleransi.
  4. Tekanan darah normal.
  5. Tidak terdapat kerusakan saraf yang progresif

Dialisa bisa digunakan sebagai pengobatan jangka panjang untuk gagal ginjal kronis atau sebagai pengobatan sementara sebelum penderita menjalani pencangkokan ginjal. Pada gagal ginjal akut, dialisa dilakukan hanya selama beberapa hari atau beberapa minggu, sampai fungsi ginjal kembali normal.

 Komplikasi pada Hemodialisa
Komplikasi dalam pelaksanaan hemodialisa yang sering terjadi pada saat dilakukan terapi adalah

  1. Hipotensi
  2. Kram otot
  3. Mual atau muntah
  4. Sakit kepala
  5. Sakit dada
  6. Gatal-gatal
  7. Demam dan menggigil
  8. Kejang

Mekanisme Kerja Mesin Hemodialisis

Pada saat proses HD darah kita akan dialirkan melalui sebuah saringan khusus (Dialiser) yang berfungsi menyaring sampah metabolisme dan air yang berlebih.Kemudian darah yang bersih akan dikembalikan kedalam tubuh.Pengeluaran sampah dan air serta garam berlebih akan membantu tubuh mengontrol tekanan darah dan kandungan kimia tubuh jadi lebih seimbang.Setiap pasien HD diharuskan mematuhi jadwal cuci darahnya.Dalam seminggu biasanya pasien menjalani 2 kali cuci darah,masing masing 4 jam.Namun adakalanya untuk kondisi kondisi tertentu,jadwal bisa berubah,menjadi lebih 2 kali seminggu,karenanya sangat penting bagi pasien untuk menyesuaikan diri dengan jadwal cuci darahnya,serta mengkomunikasikan kegiatan HD-nya dengan petugas renal unit.

DIALISER(Ginjal buatan)

Seperti inilah bentuk tipikal dari hollow fiber dializer. Didalamnya terdapat serabut yang memungkinkan darah untuk lewat. Cairan dialisis,yang merupakan cairan pembersih dipompakan diantara serabut serabut tersebut.Serabut tersebut memiliki lubang lubang halus yang memungkinkan air dan sampah metabolisme terserap dalam cairan pembersih dan membawanya keluar.

Dialiser

ReuseUnit rental kadang menggunakan dialiser yang sama lebih dari satu kali tindakan.Penggunaan dialiser berulang ini dinamakan reuse.Reuse merupakan tindakan yang aman yaitu proses membersihkan dialiser sesuai dengan standar prosedur yang telah teruji.Dialiser ini akan diuji kelayakannya terlebih dahulu sebelum digunakan dan hanya digunakan pada satu orang untuk satu dialiser.Sebelum tindakan cuci darah dilakukan,pastikan dialiser yang dipasang sesuai dengan nama pasien pemilik.
Cairan dialisis(Dialisat)

Cairan pencuci yang disebut juga dialisat,adalah cairan yang membantu mengeluarkan sampah dan kelebihan air dari tubuh.Cairan ini terdiri dari zat kimiawi yang membuatnya menjadi seperti spon.Dokter akan memberikan spesifikasi cairan yang sesuai dengan keadaan kita.
Akses jarum(Fistula)

Beberapa orang berfikir,jarum adalah bagian paling menakutkan dari cuci darah.Kebanyakan orang baru akan terbiasa dengannya setelah beberapa kali menjalani cuci darah.Bila menurutmu acara penusukan terasa sangat menyakitkan, krim anestesi ataupun spray bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit tersebut.K ebanyakan unit renal menggunakan dua jarum untuk memasukan dan mengeluarkan darah. Memang ada juga jarum khusus yang bisa digunakan dengan dua bukaan,tapi jarum ini dianggap kurang efisien dan memerlukan waktu yang lebih lama.

~ oleh n3r5mukhli5 pada Agustus 1, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: